ALKOHOL
DAN PENOL
Alkohol adalah kelompok senyawa
yang mengandung satu atau lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana. Alkohol dapat dikenali
dengan rumus umumnya R-OH. Alkohol merupakan salah satu zat yang penting dalam
kimia organik karena dapat diubah dari dan ke banyak tipe senyawa lainnya.
Reaksi dengan alkohol akan menghasilkan 2 macam senyawa. Reaksi bisa
menghasilkan senyawa yang mengandung ikatan R-O atau dapat juga menghasilkan
senyawa mengandung ikatan O-H.
Sifat lain dari alkohol
dapat ditentukan dari letak gugus hidroksil pada atom C yang dikenal sebagai :
- Alkohol primer R – OH
- Alkohol sekunder R – CH – OH
R
R’
- Alkohol tersier R – C – OH
R’
Perbedaan masing-masing
alkohol tersebut dapat ditunjukan dengan beberapa pereaksi Lucas dan Kromat
Anhidrat. Suatu senyawa yang mempunyai gugus fungsi hidroksil yang sama dengan
alkohol seperti fenol, dimana gugus fungsi tersebut melekat pada suatu cincin
aromatik (Ar-O = Ph-OH = C6H5 – OH) dalam banyak hal
mempunyai keasaman sifat yang besar, terutama sifat fisiknya.
Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat Kristal tak
berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6H5OH
dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin
fenil.
Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air, yakni
8,3 gram/100 ml. Fenol memiliki sifat yang cenderung asam, artinya ia dapat
melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion tersebut
menjadikan anion fenoksida C6H5O−
yang dapat dilarutkan dalam air.
Fenol didapatkan melalui oksidasi
sebagian pada benzena atau asam benzoat dengan proses Raschig, Fenol juga dapat
diperoleh sebagai hasil dari oksidasi batu bara.
Fenol mempunyai
sifat-sifat yaitu:
-
Mempunyai sifat asam.Atom H dapat diganti tak hanya dengan logam (seperti
alcohol)tetapi juga dengan basa,terjadi fenolat.Sifat asam dari fenol-fenol
lemah dan fenolat ini dapat diuraikan dengan asam karbonat.
-
Mudah dioksidasi,juga oleh oksigen udara dan memberikan zat-zat warna
,mereduksi larutan fehling dan Ag beramoniak.
-
Memberi reaksi-reaksi berwarna dengan FeCl3
-
Mempunyai sifat Antiseptik, beracun, mengikis.
Fenol biasa digunakan sebagai antiseptikum (dimana hal ini mungkin karena
mempunyai sifat mengkoagulasikan protein) koefisien fenol(KF): perbandingan
kons,fenol/kons.zat untuk mematikan suatu macam bakteri dalam waktu yang sama
dan juga sebagai sintesis misalnya asam salisilat,aspirin,dan fenolftalein.
Penggunaan
Fenol dapat digunakan
sebagai antiseptik seperti yang digunakan Sir Joseph Lister
saat mempraktikkan pembedahan antiseptik. Fenol merupakan komponen utama pada
anstiseptik dagang, triklorofenol atau dikenal
sebagai TCP (trichlorophenol). Fenol juga merupakan bagian komposisi
beberapa anestitika oral, misalnya semprotan kloraseptik.
Fenol berfungsi dalam
pembuatan obat-obatan (bagian dari produksi aspirin,
pembasmi rumput liar, dan lainnya. Selain itu fenol juga berfungsi dalam
sintesis senyawa aromatis yang terdapat dalam batu bara. Turunan senyawa fenol
(fenolat) banyak terjadi secara alami sebagai flavonoid alkaloid dan senyawa
fenolat yang lain. Contoh dari senyawa fenol adalah eugenol yang merupakan
minyak pada cengkeh
Fenol yang terkonsentrasi
dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka.
Penyuntikan fenol juga
pernah digunakan pada eksekusi mati. Penyuntikan ini sering digunakan pada masa Nazi, Perang dunia ke-II.
Suntikan fenol diberikan pada ribuan orang di kamp-kamp konsentrasi, terutama
di Auschwitz-Birkenau. Penyuntikan ini dilakukan
oleh dokter ke vena (intravena) di lengan dan jantung.
Penyuntikan ke jantung dapat mengakibatkan kematian langsung.
Alkohol dan fenol memiliki
kemiripan dalam beberapa hal, tetapi terdapat perbedaan yang cukup mendasar
sehingga kedua kelompok senyawa ini dianggap sebagai kelompok gugus fungsi yang
berbeda.
Salah satu perbedaan utama
adalah fenol bersifat jutaan kali lebih asam daripada alkohol. Penambahan
sejumlah larutan natrium hidroksida ke dalam fenol akan menyebabkan gugus –OH
dalam molekul terdeprotonasi, hal ini tidak akan terjadi pada alkohol.
Semakin besar struktur suatu alkohol atau fenol,
maka biasanya titik didihnya semakin tinggi. Ketika ukuran suatu alkohol
bertambah besar, maka probabilitas alkohol menjadi berwujud padat semakin besar
(semakin besar senyawa fenol berwujud padat).
Sebagian kecil alkohol larut dalam air karena
gugus hidroksi pada alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air.
Namun, ketika ukuran gugus alkyl pada alkohol bertambah besar, kelarutannya
dalam air akan berkurang. Hal ini disebabkan oleh kemampuan gugus alkyl yang
dapat mengganggu pemebentukan ikatan hidrogen antara gugus hidroksi dengan air.
Jika gangguan ini terjadi cukup besar,
mengakibatkan molekul-molekul air akan menolak molekul-molekul alkohol untuk
menstabilkan kembali ikatan hidrogen antarmolekul air.
Situasi serupa dialami pula
oleh senyawa fenol, jika gugus non polar (seperti gugus alkyl) terikat pada
cincin aromatik. Maka, kelarutan fenol dalam air akan berkurang. Hal ini yang
menjadi alasan mengapa gugus non polar sering disebut sebagai gugus hidrofob.
Alkohol dan fenol adalah
asam-asam lemah, tentang keasaman ini dapat diketahui dengan penambahan
karbonat dan bikarbonat membentuk CO2 yang ditunjukkan dengan adanya
gelembung-gelembung gas.
Permasalahan saya
adalah megapa Fenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi
pada kulit yang terbuka. Dan bagai mana pembakaran yang dihasilkan serta bagai
mana cara pengobatan pengobatan/penyembuhannya?
mempunyai massa molar 94,11 0C
BalasHapus7. mempunyai titik didih 181,9 oC h.
mempunyai titik lebur 40,9 oC
kalau kulit kita terkena fenol akan membuat kulit kita merah-merah seperti kesiram air panas dan bengkak.
kalau hal itu terjadi maka segeralah mencuci kulit yang terkena fenol tersebut dengan alkohol dan air, kemudian di olesi dengan salap luka bakar.
Menurut saya, jika kulit terkena fenol, maka kulit akan melepuh dan rusak. Jika Anda terkena zat kimia, segeralah cuci dengan sabun dan bilaslah dengan air yang banyak. Kecuali apabila anda terkena tumpahan/cipratanbrom, fenol atau asam sulfat pekat, hindari membilas dengan air. Jika terkena fenol, segeralah bilas dengan anti fenol yang disediakan di laboratorium. Kemudian setelah beberapa saat, bilaslah dengan air yang banyak.
BalasHapusBaiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan husan. Menurut literature yang saya baca, efek yang ditimbulkan jika terkena paparan fenol untuk jangka waktu yang pendek adalah dapat menyebabkan peradangan, yang ditandai dengan rasa gatal, kulit mengelupas, berwarna kemerahan, dan melepuh. Sedangkan untuk jangka waktu yang panjang terjadi kerusakan kulit, dermatitis. Perolongan pertama yang dilakukan yaitu : Segera tanggalkan pakaian, perhiasan, dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci dengan sabun atau detergen ringan dan air dalam jumlah yang banyak sampai dipastikan tidak ada bahan kimia yang tertinggal (selama 15-20 menit). Dapat digunakan air dingin. Tutup bagian yang teriritasi dengan emolien. Cuci pakaian dan sepatu yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Jika tersedia polietilen glikol-300, setelah penyiraman dengan air pada bagian yang terpapar selesai dilakukan, rendam bagian yang sakit dalam PEG-300, atau jika tidak mungkin dilakukan perendaman dapat dilakukan penyemprotan atau pengolesan dengan PEG-300 pada bagian yang terkontaminasi hingga mendapat pertolongan medis. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Jika terjadi henti nafas, berikan nafas buatan. Lakukan RJP jika tidak ada denyut jantung.
BalasHapusSemoga dapat membantu, trima kasih