NAMA : HUSNA
NIM : A1C112037
KELAS : KIMIA REGULER 2012
SOAL
UAS KIMIA ORGANIK 1
MAHASISWA
PENDIDIKAN KIMIA REGULER 2012
1. A. Jelaskan
bagai mana asam benzoat di sentesis dari suatu senyawa aromatik !
B. Jelaskan bagaimana mesintesis asam salisilat dari asam benzoat
tersebut diatas !
2. Jelaskan mengapa fenol dapat digunakan sebagai antiseftik !
mengapa alcohol tidak memiliki kemampuan demikian ?
3. A. Suatu eter dapat bereaksi dengan air dimana bila diuji dengan
larutan fehling A dan fehling B memberikan hasil fositif.
B. Hasil dari tersebut di atas bila dioksidasi lebih lanjut akan
menghasilkan senyawa x, tentukan cara mengidentifikasinya !
4. Mengapa suatu eterbisa lebih reaktif dari pada alcohol, padahal
secara umum alcohol lebih reaktif dari pada eter apabila direaksikan dengan
logam ? (seperti Na) jelaskan dasar-dasar ilmiah yang memungkinkan suatu eter
lebih reaktif dari alcohol !
5. Bila fenol dikatakan lebih asam dari pada alcohol temukan contoh
suatu alcohol jauh lebih asam dari fenol ! jelaskan mengapa demikian.
6. Etanol digunakan berfungsi sebagai bahan bakar, bagai mana dengan
hanya turunan alcohol yang lain yang memungkinkan digunakan untuk bahn bakar ?
apa syarat-syaratnya ? dan berikan contoh !
Jawab :
1.
A. Asam
benzoat adalah padatan Kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat
aromatik yang paling sederhana. Asam benzoat ini juga dapat digunakan sebagai
zat pengawet makanan minsalnya saos dan sambal. Asam benzoat disebut juga
senyawa anti mikroba, asam benzoat dapat bermamfaat jika digunakan secukupnya
dalam makanan karna jika digunakan secara berlebihan bisa terjadi keracunan. Untuk semua metode sintesis, asam benzoat dapat dimurnikan dengan
rekristalisasi dari air, karena asam benzoat larut dengan baik dalam air panas
namun buruk dalam air dingin. Penghindaran penggunaan pelarut organik untuk
rekristalisasi membuat eksperimen ini aman. Pelarut lainnya yang memungkinkan
meliputi asam asetat, benzena, eter petrolium, dan campuran etanol dan air.
Dengan hidrolisis
Sama
seperti nitril ataupun amida lainnya, benzonitril dan benzoamida dapat
dihidrolisis menjadi asam benzoat ataupun basa konjugatnya dalam keadaan asam
maupun basa.
Dari benzaldehida
Disproporsionasi
benzaldehida yang diinduksi oleh basa dalam reaksi Cannizzaro akan menghasilkan
sejumlah asam benzoat dan benzil alkohol dalam jumlah yang sama banyak. Benzil
alkohol kemudian dapat dipisahkan dari asam benzoat dengan distilasi.
Dari bromobenzena
Bromobenzena
dapat diubah menjadi asam benzoat dengan "karbonasi" zat anatara
fenilmagensium bromida
C6H5MgBr + CO2 → C6H5CO2MgBr
C6H5CO2MgBr + HCl → C6H5CO2H
+ MgBrCl
B. . asam
salisilat adalah nama lazim dari asam o-hidroksibenzoat. Esterdari asam
salisilat dengan asam asetat digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau
asetosal.
COOH
O
O C CH3
Asam asetil
salisilat
2. Mengapa fenol dapat digunakan sebgai anti seftik, karena fenol
merupakan karbol atau risol yang berfungsi sebagi desinfektan atau dapat
membunuh mikroorganisme fatogen pada benda mati dan juga dapat membunuh
bakteri. Fenol merupakan zat pembaku daya antiseptik obat alin sehingga daya
anti septik di nyatakan dengan koefisien fenol. Mengapa alkohol tidak memiliki
kemampuan demikian ? meskipun alkohol dan fenol adalah senyawa yang sama-sama
mengandung OH, namun diantara keduanya terdapat perbedaan yang mana,
1.
Alkohol memiliki rantai karbon terbuka,
sedangkan fenol memiliki rantai karbon yang tertutup/ melingkar.
2.
Alkohol dan
fenol sama-sama bersifat asam lemah. Namun, sifat asam pada fenol lebih kuat
dari alkohol karena fenol memiliki anion dengan muatan negative yang disebar oleh
cincin karbon melingkar. Alkohol adalah asam yang hampir netral
3.
Alkohol
tidaak bereaksi dengan basa ( karna sifatnya yang sangat lemah), sedangkan
fenol dapat bereaksi dengan basa (karna meski pun tergolong asam lemahnamun
tidak selemah alkohol).
4.
Alkohol
bereaksi dengan Na sedangkan fenol tidak
bereaksi.
5.
Alkohol
bereaksi dengan asam karboksilat, sedangkan fenol tidak.
Jadi, saya coba simpulkan bahwa mengapa alkohol tidak dapat
berperan seperti fenol dikarenakan perbedaan, yang mana perbedaannya yang sudah
tercantum di atas.
3. A. Uji flavonoid. Sebanyak 1 g ekstrak temukunci ditambahkan 100
ml air panas kemudian dididihkan selama 5 menit dan disaring. Filtrate yang
diperoleh kemudian diambil sebanyak 5 ml, ditambah dengan 0,05 g serbuk Mg, 1
ml HCL pekat, dan 1 ml amil alcohol. Campuran dikocok kuat-kuat. Uji positif
ditandai dengan munculnya warna merah,kuning, atau jingga pada lapisan amil
alcohol.
B. Hasil dari tersebut di atas bila dioksidasi lebih lanjut akan
menghasilkan senyawa x, tentukan cara mengidentifikasinya !
4. Eter merupakan senyaw aturunan alkana. Satu atom H rantai alakan
diganti oleh gugus alkoksi sehingga eter memiliki dua gugus alkil.
R-H R- OR’
(alkana) (eter)
·
Rumus umum
struktur : R-O-R’
·
Rumus umum
molekul : CnH2n+2.
Sifat-sifat eter yaitu : Pada
keadaan standar, hampir seluruh senyawa eter berwujud cair, kecuali dimetil
eter (gas). Jika dibandingkan dengan senyawa alkohol, titik didih dan titik
leleh eter lebih keci. Ini terjadi karena antar molekul eter tidak membentuk
ikatan hidrogen. Eter juga cenderung bersifat nono polar, sehingga kelarutannya
dalam air sangat kecil. Selain itu eter bersifat mudah terbakar. Dibandingkan
terhadap alkohol, eter jauh kurang reaktif kecuali dalam hal pembakaran.Eter
jauh lebih mantap (lebih kurang reaktif) dibandingkan alkohol. Eter tidak
bereaksi dengan logam natrium. Sifat ini dapat digunakan untuk membedakan
alkohol dengan eter. Alkohol
dapat bereaksi dengan logam alkali ( natrium dan kalium) menghasilkan
alkoksida. Reaksi yang terjadi adalah reaksi redoks. Makin besar gugus alkali
(R-), makin berkurang kereaktifannya.
Reaksi
Identifikasi Alkohol Menggunakan Logam Natrium
Reaksi
ini digunakan untuk membedakan alkohol dengan eter karena eter tidak dapat
bereaksi denganlogam natrium.alkohol bereaksi dengan logam natrium menghasilkan
gas hidrogen sesuai dengan persamaan reaksi berikut;
2R- OH +2Na
=> 2R – Ona + H2 (g)
2CH3-
CH2-OH+2Na => 2CH3 – CH2 – Ona + H2
(g)
Etanol
Natrium Etoksida
Dari reaksi
di atas menyatakan bahwa suatu alcohol sangat reaktif ketika direaksikan dengan
senyawa Na.
dalam kondisi tertentu (misalnya dalam
pembakaran) menyatakan bahwa eter lebih reaktif dari alcohol.
Alasannya
adalah:
-
Senyawa
eter lebih cepat menguap dari pada senyawa alcohol
-
Dan juga
eter lebih mudah terbakar di bandingkan alkoho
5. Fenol merupakan asam yang jauh lebih kuat dari pada alkohol. Kekuatan
asam fenol kira-kira ditengah antara etanol dan asam asetat. Fenol bersifat
lebih asam dibandingkan alcohol karena anion yang dihasilkan oleh
resonasi,dengan muatan negatifnya disebar
(delokalisasi) oleh cincin aromatik. Alcohol dan fenol adalah asam-asam
lemah, tentang kesamaan ini dapat diketahui dengan penambahnan karbonat dan
bikarbonat membentuk CO2.
Oleh karena fenol bersifat asam, ia dapat bereaksi dengan basa kuat seperti natrium
hidroksida, membentuk ion fenoksida. Ion fenoksida ini kemudian
mensubstitusi gugus -X pada alkil halida, menghasilkan eter dengan gugus aril
yang melekat padanya melalui mekanisme reaksi
SN2.
C6H5OH
+ OH- → C6H5-O- + H2O
C6H5-O-
+ R-X → C6H5OR
contoh
alkohol secara umum yang bereaksi dengan anhidrida etanoat. Persamaan reaksinya
adalah sebagai berikut:
atau, untuk
lebih sederhananya:
Dari reaksi di atas adalah, reaksi antara anhidrida asam di reaksikan dengan alcohol,
menghasilkan senyawa asam etanoat dan suatu eter,
Hal ini menunjukkan bahwa
alcohol bersifat asam sehngga bisa menghasilkan sebuah ester.
6.
Bio-etanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa
(gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Proses destilasi dapat
menghasilkan etanol dengan kadar 95% volume, untuk digunakan sebagai bahan
bakar (biofuel) perlu lebih dimurnikan lagi hingga mencapai 99% yang lazim
disebut fuel grade ethanol (FGE). Proses pemurnian dengan prinsip dehidrasi
umumnya dilakukan dengan metode Molecular Sieve, untuk memisahkan air dari
senyawa etanol.
Bahan baku bio-etanol yang dapat digunakan antara lain ubi kayu, tebu, sagu, jagung dll.
Bahan baku bio-etanol yang dapat digunakan antara lain ubi kayu, tebu, sagu, jagung dll.
Etanol merupakan senyawa hidrokarbon dengan gugus hydroxyl
(-OH)dengan dua atom karbon dengan rumus kimia C2H5OH.
Alkohol merupakan bahan kimia yang diproduksi dari bahan baku
tanaman yang mengandung pati seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan sagu
biasanya disebut dengan bioethanol. Ubi kayu, ubi jalar, dan jagung merupakan
tanaman pangan yang biasa ditanam rakyat hampir di seluruh wilayah Indonesia,
sehingga jenis tanaman tersebut merupakan tanaman yang potensial untuk dipertimbangkan
sebagai sumber bahan baku pembuatan bioethanol atau gasohol.