SENYAWA
AROMATIK
Aromatisitas adalah sebuah sifat kimia dimana sebuah cincin
terkonjugasi yang ikatannya terdiri dari ikatan tidak jenuh, pasangan tunggal,
atau orbit kosong menunjukan stabilitas yang lebih kuat dibandingkan stabilitas
sebuah sistem yang hanya terdiri dari konjugasi. Aromatisitas juga bisa
dianggap sebagai manifestasi dari delokalisasi siklik dan resonansi.
istilah senyawa aromatik sebelumnya dipakai untuk menggambarkan senyawa
dengan aroma tertentu. Dalam kimia organik, istilah tersebut sekarang mempunyai
arti sendiri, yaitu aromatik dipakai untuk menunjukkan jenis ikatan untuk
senyawa tertentu. Umummya , walaupun ada kekecualian, senyawa aromatik adalah
senyawa siklik yang digambarkan dengan rumus yang mengandung ikatan tunggal dan
rangkap. Dari beberapa macam senyawa aromatik, yang ingin saya bahas adalah
senyawa aromatik BENZENA
Benzena
adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H6. Benzena
tersusun atas 6 buah atom karbon yang bergabung membentuk sebuah cincin, dengan
satu atom hidrogen yang terikat pada masing-masing atom. Karena hanya terdiri
dari atom karbon dan hidrogen, senyawa benzena dapat dikategorikan ke dalam
hidrokarbon.
Benzena, juga dikenal dengan
rumus kimia C6H6,
PhH, dan benzol,
adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah
terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena terdiri dari 6 atom karbon yang
membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan pada setiap 1 atom karbon.
Benzena merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi
yang tetap. Benzena adalah salah satu komponen dalam minyak bumi, dan merupakan
salah satu bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut yang penting dalam
dunia industri. Karena memiliki bilangan oktan yang tinggi, maka benzena juga
salah satu campuran penting pada bensin. Benzena juga bahan dasar dalam
produksi obat-obatan,plastik, bensin, karet,
buatan, dan pewarna. Selain itu, benzena adalah kandungan alami dalam minyak
bumi, namun biasanya diperoleh dari senyawa lainnya yang terdapat dalam minyak
bumi. Karena bersifat karsinogenik, maka pemakaiannya selain bidang
non-industri menjadi sangat terbatas.
Asal Usul Senyawa Benzena
Senyawa
benzena untuk pertama kalinya berhasil diisolasi dari residu berminyak yang
diperoleh dari saluran gas lampu (untuk penerangan) oleh Michael Faraday pada
tahun 1825. Setelah diketahui bahwa benzena mempunyai rumus molekul C6H6
maka dapat disimpulkan bahwa benzena termasuk golongan hidrokarbon.
Bila dibandingkan dengan senyawa hidrokarbon lain yang mengandung 6 buah atom karbon, misalnya heksana (C6H14) dapat diduga bahwa benzena mempunyai derajat ketidakjenuhan yang tinggi. Dengan dasar dugaan tersebut maka dapat diperkirakan bahwa benzena memiliki ciri-ciri khas seperti yang dimiliki oleh alkena. Perkiraan tersebut ternyata jauh berbeda dengan kenyataannya, karena benzena tidak dapat bereaksi seperti alkena (adisi, oksidasi, dan reduksi). Lebih khusus lagi benzena tidak dapat bereaksi degan HBr, dan pereaksi-pereaksi lain yang lazimnya dapat bereaksi dengan alkena.
Sifat-sifat kimia yang diperlihatkan oleh benzena memberi petunjuk bahwa senyawa tersebut memang tidak segolongan dengan alkena atau pun sikloalkena. Digolongkannya benzena dan sejumlah turunannya dalam senyawa aromatik semata-mata karena dilandasi atas aroma yang dimiliki sebagian dari senyawa-senyawa tersebut. Perkembangan kimia pada tahap berikutnya menyadarkan para kimiawan bahwa klasifikasi senyawa kimia haruslah berdsarkan strukutr dan kereaktifannya, dan bukan atas dasar sifat fisiknya.
Bila dibandingkan dengan senyawa hidrokarbon lain yang mengandung 6 buah atom karbon, misalnya heksana (C6H14) dapat diduga bahwa benzena mempunyai derajat ketidakjenuhan yang tinggi. Dengan dasar dugaan tersebut maka dapat diperkirakan bahwa benzena memiliki ciri-ciri khas seperti yang dimiliki oleh alkena. Perkiraan tersebut ternyata jauh berbeda dengan kenyataannya, karena benzena tidak dapat bereaksi seperti alkena (adisi, oksidasi, dan reduksi). Lebih khusus lagi benzena tidak dapat bereaksi degan HBr, dan pereaksi-pereaksi lain yang lazimnya dapat bereaksi dengan alkena.
Sifat-sifat kimia yang diperlihatkan oleh benzena memberi petunjuk bahwa senyawa tersebut memang tidak segolongan dengan alkena atau pun sikloalkena. Digolongkannya benzena dan sejumlah turunannya dalam senyawa aromatik semata-mata karena dilandasi atas aroma yang dimiliki sebagian dari senyawa-senyawa tersebut. Perkembangan kimia pada tahap berikutnya menyadarkan para kimiawan bahwa klasifikasi senyawa kimia haruslah berdsarkan strukutr dan kereaktifannya, dan bukan atas dasar sifat fisiknya.
Gugus Aril
Dewasa ini aromatik masih dipertahankan tetapi mengacu pada fakta bahwa
semua senyawa aromatik derajat ketidakjenuhannya tinggi dan stabil bila
berhadapan dengan pereaksi-pereaksi yang menyerang ikatan pi. Di samping itu
dikenal pula istilah arena yang khusus digunakan untuk turunan benzena yang
substituennya berupa gugus alkil. Analog dengan nama gugus alkil, yang
diturunkan dari nama alkana yang melepaskan satu atom H, maka dikenal gugus
aril, yang diturunkan dari nama arena yang melepaskan satu atom H. Bila gugus
alkil dinyatakan dengan lambang R, maka gugus aril menggunakan lambang Ar.
Permasalahan yang saya temukan pada senyawa aromatik benzena ini adalah ketika
dilihat dari beberapa peranan nya, yaitu benzena sebagai pencampuran dalam bensin,
juga dapat dijadikan bahan dasar dalam produksi obat-obatan, jadi yang ingin saya tanyakan
adalah apa alasan benzena dapat di jadikan bahan dasar dalam produksi
obat-obatan ?
Kegunaan benzena yang terpenting adalah sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan senyawa-senyawa aromatik lainnya yang merupakan senyawa turunan benzena. Masing-masing dari senyawa turunan benzena tersebut memiliki kegunaan yang beragam bagi kehidupan manusia. Salah satu turunan benzena adalah asam benzoat. Terdapat beberapa turunan dari asam benzoat yang tanpa kita sadari sering kita gunakan, diantaranya adalah asam asetil salisilat atau yang biasa kita sebut aspirin. Ada juga Natrium Bikarbonat yang biasa digunakan sebagai obat antasid karena bersifat alkaloid (basa). Senyawa ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan roti karena jika bereaksi dengan bahan lain akan membentuk gas karbon dioksida.
BalasHapusada banyak kegunaan turunan Benzena, salah satunya yaitu Asam Benzoat dan Turunannya. Beberapa turunan dari asam benzoat yang tanpa kita sadari sering kita gunakan, diantaranya adalah:
BalasHapusAsam asetil salisilat atau lebih dikenal dengan sebutan aspirin atau asetosal yang biasa digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit (analgesik) dan penurun panas (antipiretik). Oleh karena itu aspirin juga digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, demam dan sakit jantung. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi lapisan mukosa pada lambung sehingga menimbulkan sakit maag, gangguan ginjal, alergi, dan asma.
Metil salisilat adalah komponen utama obat gosok atau minyak angin.
Parasetamol (asetaminofen) memiliki fungsi yang sama dengan aspirin tetapi lebih aman bagi lambung. Hampir semua obat yang beredar dipasaran menggunakan zat aktif parasetamol. Penggunaan parasetamol yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan ginjal dan hati.