Pengertian Alkena
Alkena merupakan salah satu senyawa
hidrokarbon alifatik yang bersifat tidak jenuh, tetapi cukup bersifat reaktif.
Istilah yang digunakan adalah tidak jenuh, yang menandakan bahwa alkena
mengandung atom hidrogen yang kurang dari jumlah semestinya, jika dihubungkan
dengan jumlah atom karbonnya.
Gugus fungsi alkena yang utama adalah adanya ikatan rangkap dua antar karbon (C=C). Gugus fungsi ini sangat mempengaruhi reaksi pada golongan alkena. Secara umum, reaksi yang dapat terjadi pada alkena dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu reaksi pada ikatan rangkap dan reaksi di luar ikatan rangkap. Reaksi alkena yang terjadi pada ikatan rangkap dinamakan reaksi adisi, sedangkan di luar katan rangkap dinamakan reaksi substitusi.
Hidrokarbon alifatik tak jenuh dapat juga mengandung lebih dari satu ikatan rangkap, sebagai contoh adalah senyawa alkadiena. Alkadiena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang mengandung dua buah ikatan rangkap.
Gugus fungsi alkena yang utama adalah adanya ikatan rangkap dua antar karbon (C=C). Gugus fungsi ini sangat mempengaruhi reaksi pada golongan alkena. Secara umum, reaksi yang dapat terjadi pada alkena dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu reaksi pada ikatan rangkap dan reaksi di luar ikatan rangkap. Reaksi alkena yang terjadi pada ikatan rangkap dinamakan reaksi adisi, sedangkan di luar katan rangkap dinamakan reaksi substitusi.
Hidrokarbon alifatik tak jenuh dapat juga mengandung lebih dari satu ikatan rangkap, sebagai contoh adalah senyawa alkadiena. Alkadiena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang mengandung dua buah ikatan rangkap.
Struktur Alkena
Alkena merupakan hidrokarbon tidak jenuh
dengan sebuah ikatan rangkap. Suatu alkena mengikuti rumus umum CnH2n.
Sebagai contoh adalah etena yang mempunyai rumus molekul C2H4
dan propena yang mempunyai rumus molekul C3H6. Inilah
rumus struktur etena dan propena:
Berdasarkan teori
tolakan pasangan elektron valensi (Valence Shell Electron Pair Repulsion,
VSEPR), dapat diramalkan bahwa ikatan antar karbon membentuk sudut sekitar
120º, walaupun nyatanya tidak selalu tepat demikian. Pada gambar di atas, etena
mempunyai sudut ikatan sebesar 121,7º, sedangkan sudut ikatan pada propena
adalah 124,7º. Besarnya sudut ikatan ini dipengaruhi oleh besarnya gugus yang
terikat oleh atom karbon yang mempunyai ikatan rangkap. Sudut akan semakin
besar jika gugus yang diikat juga semakin besar.
Ciri-ciri fisik alkena tidak berbeda jauh
dengan alkana. Perbandingan utama di antara keduanya
adalah alkena mempunyai tingkat keasaman yang jauh lebih tinggi dibandingkan
alkana. Wujud zat dari alkena tergantung dari massa
molekulnya. 3 alkena yang paling sederhana: etena,
propena,
dan butena
berbentuk gas. Alkena linear yang memiliki 5 sampai 16 atom karbon berwujud
cair, dan alkena yang memiliki atom karbon lebih dari 15 berwujud padat.
Sifat khas dari alkena
adalah terdapatnya ikatan rangkap dua antara dua buah atom karbon. Ikatan
rangkap dua ini merupakan gugus fungsional dari alkena sehingga menentukan
adanya reaksi-reaksi yang khusus bagi alkena, yaitu adisi, polimerisasi dan
pembakaran
Manfaat Alkena
Penggunaan alkena
dalam kehidupan adalah:
- Bahan pembuatan etanol dan etilen glikol.
- Bahan pembuatan plastik seperti polietilen
- Bahan pematangan buah seperti nanas, apel, dan jeruk.
Permasalahan :
Ternyata senyawa
alkena dapat di temukan dalam tumbuhan apa penyebab dan berikan contohnya ?
saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang diatas,,
BalasHapusAlkena merupakan senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap karbon-karbon. Alkena terdapat dalam jumlah berlebih di alam. Etilena, sebagai contohnya, adalah hormon tanaman yang memacu pematangan buah, dan
-pinen adalahsenyawa terbanyak dalam turpentin. Contoh lainnya adalah betakaroten, mengandung sebelas ikatan rangkap dua, merupakan pigmen warna kuning yang mewarnai wortel. Beta karoten merupakan pro vitamin A
Saya akan mencoba menjawab permasalahan yang anda tampilkan,, contoh alkena pada tumbuhan adalah etilen,etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilen disebut juga ethene. Senyawa etilen pada tumbuhan ditemukan dalam fase gas, sehingga disebut juga gas etilen
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan anda
BalasHapusKelebihan alkena shg mempnyai kegunaan untuk mempercepat proses pematangan buah ,,dalam hal ini etilen berperan mempercepat metabolisme, menstimulasi aktifitas peroksida Dan,yang lainnya, contoh dalam buah pear peran etilen, dalam mempercpt pemtangan protein disintesa secepatnya . Sekian penjelasan dari saya smga brmanfaat .
saya akan menambahkan jawaban saya :
BalasHapusEtilen sering dimanfaatkan oleh para distributor dan importir buah. Buah dikemas dalam bentuk belum masak saat diangkut pedagang buah. Setelah sampai untuk diperdagangkan, buah tersebut diberikan etilen (diperam) sehingga cepat masak.
Dalam pematangan buah, etilen bekerja dengan cara memecahkan klorofil pada buah muda, sehingga buah hanya memiliki xantofil dan karoten. Dengan demikian, warna buah menjadi jingga atau merah[7].
Etilen diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan. Produksi etilen bergantung pada tipe jaringan, spesies tumbuhan, dan tingkatan perkembangan[9]. Etilen dibentuk dari metionin melalui 3 proses[10]:
• ATP merupakan komponen penting dalam sintesis etilen. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan 3 gugus fosfat.
• Asam 1-aminosiklopropana-1-karboksilat sintase(ACC-sintase) kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin).
• Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Reaksi ini dikatalisasi menggunakan enzim pembentuk etilen.